AUTISME ???

Autis merupakan salah satu kelompok dari gangguan pada anak yang ditandai dengan munculnya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, komunikasi, ketertarian pada interaksi sosial dan perilakunya.

Kata autis berasal dari bahasa Yunani  “auto” berarti sendiri ditujukan kepada seseorang ketika ia menunjukkan gejala “hidup dalam dunianya sendiri atau mempunyai dunia sendiri”

Penyebabnya bisa karena virus (toxaoplasmosis, cytomegalo, rubela dan herpes) atau jamur (candida) yang ditularkan oleh ibu kejanin. bisa juga karena ibu hamil mengkonsumsi atau menghirup zat polutif, yang meracuni janin. penyebab multifaktorial yaitu ditemukannya kelainan pad tubuh penderita, munculnya gangguan biokimia, dan ada pula ahli yang berpendapat autisme disebabkan oleh gangguan psikiatri/jiwa

Beberapa gejala yang harus diwaspadai pada anak yang mengidap autisme :

Usia 0-6 bulan

1.    bayi tampak terlalu tenang (jarang menangis)

2.    terlalu sensitive, cepat terganggu/terusik

3.    gerakan tangan dan kaki berlebihan terutama bila mandi

4.    tidak “babbling” (mengoceh

5.    tidak ditemukan senyum social diatas 10 minggu

6.    tidak ada kontak mata di atas umur 3 bulan

7.    perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal

Usia 6-12 bulan

1.    bayi tampak terlalu tenang (jarang menangis)

2.    terlalu sensitive, cepat terganggu/terusik

3.    gerakan tangan dan kaki berlebihan

4.    sulit digendong

5.    tidak “babbling” (ngoceh)

6.    menggigit tangan dan badan orang lain secara berlebihan

7.    tidak ditemukan senyum social

8.    tidak kontak mata

9.    perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal

 

Usia 1-2 tahun

1.    kaku bila digendong

2.    tidakmau bermain permainan sederhana (“ciluk ba”, “da da”)

3.    tidak mengeluarkan kata, tidak tertarik pada boneka

4.    memperhatikan tangannya sendiri

5.    terdapat keterlambatan dan perkembangan motor kasar atau halus

6.    mungkin tidak dapat menerima makanan cair

Usia 2-3 tahun

1.    tidak tertarik untuk bersosialisasi

2.    melihat orang sebagai “benda”

3.    kontak mata terbatas

4.    tertarik pada benda tertentu

5.    kaku bila digendong

Usia 4-5 tahun

1.    sering didapatkan ekolelia (membeo)

2.    mengeluarkan suara aneh (nada tinggi atau datar)

3.    marah bila rutinitas yang seharusnya berubah

4.    menyaktiti diri sendiri (membentur kepala)

5.    temperamen tantrum atau agresif

Berdasarkan penelitian, penderita autis lebih banyak didapatkan pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Beberapa tes untuk mendeteksi dini kecurigaan autisme hanya dapat dilakukan pada bayi berumur 18 bulan ke atas

 Apa yang sebaiknya anda lakukan?


Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anda jika mencurigai adanya satu atau lebih gejala di atas pada anak anda. Tetapi jangan juga cepat – cepat menyatakan anak anda sebagai penderita autisme.

Diagnosis akhir dan evaluasi keadaan anak sebaiknya ditangani oleh suatu tim dokter yang berpengalaman, terdiri dari ; dokter anak , ahli saraf anak, psikolog, ahli perkembangan anak, psikiater anak, ahli terapi wicara.

Tim tersebut bertanggung jawab dalam menegakan diagnosis dan memberi arahan mengenai kebutuhan unik dari masing – masing anak, termasuk bantuan interaksi sosial, bermain, perilaku dan komunikasi.

referensi:

Veskariyanti, Galih A. 2008. 12 Terapi Autis Paling Efektif dan Hemat. Yogyakarta : GalangPress     

Dr.Suriviana-www.infoibu.com
Dr Widodo Judarwanto SpA- www.putrakembara.org

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s